Poros Mahasiswa Bandung Bergerak Gelar Unras Sikapi MBG dan KMP serta Berbagai Permasalahan

JAKARTA 21

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:16 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mahasiswa yang tergabung dalam Poros Mahasiswa Bandung Bergerak (PMBB) melakukan aksi unjuk rasa di Taman Dago Cikapayang Kota Bandung Jumat, 27 Februari 2026, mulai pukul 17.10 s.d 17.55 Wib.

Massa aksi sekitaran 45 orang melakukan long march dan berorasi di sepanjang jalan Ir.Djuanda membentangkan Spanduk dan melontarkan empat tuntutan di antaranya pertama, MBG : Maling Berkedok Gizi, kedua, Koperasi (Korupsi) Merah Putih, ketiga, Adili Brimob Penganiaya #Save Tual dan ke empat Usut Tuntas Kerusuhan 25 Agustus.

Koordinator lapangan Hasmi mengatakan tujuan mahasiswa melakukan aksi sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa agar Pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyaknya kasus keracunan mengindikasikan banyaknya Korupsi dalam Program MBG, dan buruknya pengawasan serta kurang transparannya penggunaan anggaran adalah faktor utama Korupsi dalam dapur MBG.

Hasmi juga menyoroti Koperasi Merah Putih yang dinilai sebagai Sarang Korupsi dan meminta pemerintah melakukan evaluasi mendalam.

“Program MBG yang masih bermasalah, sekarang pemerintah membuat Koperasi Merah Putih yang mengganggu Dana Desa, Potensi Korupsi akan terbuka lebar karena akan dijadikan bancakan oleh pendukung pemerintah saat ini,” ujar Hasmi.

Selain itu, Massa aksi meminta agar proses penegakan hukum Anggota Brimob Penganiaya Siswa di Tual hingga Tewas di lakukan secara transparan dan memenuhi rasa keadilan.

Reformasi polri yang masih berlangsung, sudah di ciderai oleh perilaku anggota Polri yang sewenang wenang membunuh warga negara, kami meminta agar proses penegakan hukum di lakukan secara transparan dan memenuhi rasa keadilan.

Terakhir Massa meminta Usut tuntas kasus kerusuhan dalam demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia yang terjadi pada 25-31 Agustus 2025.

Temuan Komite Pencari Fakta menemukan indikasi keterlibatan Oknum TNI dalam kerusuhan Agustus 2025 yang mengakibatkan banyak kerusakan di negeri ini.

Tercatat ada 10 korban jiwa yang harus diusut tuntas penyebab kematiannya dan dimintai pertanggungjawaban pelaku. Presiden harus berani mengungkap seterang terangnya permasalahan ini.

Red.

Berita Terkait

Rumah Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andri Yunus, Serukan Aksi “Indonesia Mencekam” di Depan Gedung Merdeka Kota Bandung
Wakajati Jawa Barat Dr. Taufan Zakaria Tegaskan Komitmen Integritas dan Strategi Kerja Terukur dalam Apel Gabungan Awal Tahun 2026
Transparansi Berbasis Digital, Langkah Baru Dedi Mulyadi Perkuat Kepercayaan Publik
Kehadiran Satria Muda Pertamina Bandung Kukuhkan Posisi Jabar Sebagai Gudangnya Atlet Berprestasi
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 01:07 WIB

Praktisi Hukum Nilai Walikota Tanjungbalai dan BKPSDM Tutup Mata Terhadap ASN yang Diduga Berpoligami Tanpa Izin

Selasa, 21 April 2026 - 13:49 WIB

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Rabu, 1 April 2026 - 23:06 WIB

Komitmen Zero HP dan Narkoba, Lapas Binjai Lakukan Penggeledahan Mendadak di Blok Hunian

Minggu, 15 Maret 2026 - 02:49 WIB

Aktivis Dipukul Kepsek, 50 LSM Mengecam Keras & Siap Aksi ke Polda Sumsel

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:20 WIB

Angkatan ke-3 SMAN 16 Pekanbaru: Khatam Al-Qur’an Menyambut Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:12 WIB

Kanwil Ditjenpas Sumut Tancap Gas Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Tanam Jagung Perdana di Lahan Air Joman

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:09 WIB

Catatan Akhir Sekolah Gelar Do’a Bersama Pelajar se-Bogor, Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:18 WIB

Skandal Seleksi Desa Lido: Alibi Muhammad Dong Terbongkar, Pertemuan Malam Hari Dinilai Operasi Gelap

Berita Terbaru